Polisi Kejar Lamborghini Pakai Sepeda? Ternyata Ini Masalahnya


Melihat polisi kejar-kejaran dengan penjahat menggunakan kendaraan bermotor itu adalah hal biasa. Bagaimana kalau ada seorang polisi yang melakukan kejar-kejaran dengan Lamborghini hanya menggunakan sepeda dan berhasil menangkapnya?



Ternyata itu bukan hal yang mustahil! Sebuah video yang tengah viral di media sosial memperlihatkan seorang polisi di Jepang menangkap pengemudi Lamborghini yang melakukan pelanggaran lalu lintas hanya dengan mengendari sepedanya.


Ya, dalam sebuah video, Lamborghini Huracan terlihat melaju dan berbelok ke kiri di sebuah tikungan setelah seorang pejalan kaki menyebrang di zebra cross. Saat itu kondisi lampu lalu lintas masih berwarna merah, namun pengemudi mobil mewah itu malah meneruskan perjalannya sebelum lampu berganti menjadi hijau



Beberapa saat kemudian, munculah seorang polisi dengan pakaian dinasnya menggoes sebuah sepeda wanita untuk mengejar pengemudi yang melakukan pelanggar lalu lintas tersebut.

Polisi Tangkap Lamborghini Pakai Sepeda


Kalau melihat hal tersebut kemungkinan sang polisi bisa menangkap Lamborghini dengan mengayuh sepeda rasanya tak mungkin. Tapi nyatanya, polisi tersebut bisa mengejar Lamborgini tadi dan berhasil memberikan sanksi pada pengendara supercar tersebut


Setelah berhasil mengejar, polisi itu pun memberhentikan mobil mewah tersebut di sebuah tikungan. Setelah menepi di sebuah bahu jalan, polisi tersebut pun berbicara dengan pengendara yang mengemudikan mobil tersebut.


Tindakan pengejaran yang dilakukan sang polisi pun telah berhasil menyita perhatian publik. Berbagai pujian pun membajiri laman video tersebut yang sedang viral di media sosial, "Kekuatan kaki yang luar biasa!" puji sebuah akun di laman video tersebut.


Tak sampai di situ, pujian pun masih dilayangkan untuk sang polisi yang mau berlutut agar bisa berbicara dengan pengemudi Lamborgini tadi. Waah, kalau kamu melihat kejadian ini di depan matamu bagaima pendapatmu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Heboh Tantangan 48 Hours Missing, Orangtua Harus Waspada